- 15 Des 2025, 06.38
- 2 min read
Bitcoin Menanti Keputusan BOJ: Kenaikan Suku Bunga Jepang Ancam Likuiditas Global dan Carry Trade
Pasar finansial global, termasuk Bitcoin, bersiap menghadapi pertemuan kebijakan Bank Sentral Jepang (BOJ) pada 18-19 Desember dengan ekspektasi kenaikan suku bunga 25 basis poin yang hampir pasti (probabilitas 98% di Polymarket). Kenaikan ini akan membawa suku bunga kebijakan Jepang ke 75 bps, level tertinggi dalam dua dekade. Analis Crypto khawatir langkah ini akan berdampak negatif pada Bitcoin, yang diperdagangkan di bawah $90.000, karena kenaikan suku bunga BOJ dapat mengganggu 'yen carry trade'—strategi di mana yen murah digunakan untuk mendanai investasi di aset berisiko global.

Bitcoin Menghadapi Ujian: Kenaikan Suku Bunga BOJ Ancam Pembubaran 'Yen Carry Trade'
Pasar finansial global, termasuk aset digital utama Bitcoin, kini sedang bersiap menghadapi pekan yang berpotensi menentukan. Perhatian utama terfokus pada Bank Sentral Jepang (BOJ), yang dijadwalkan mengadakan pertemuan kebijakan pada 18-19 Desember.
Ekspektasi di pasar sangat tinggi, dengan prediksi dan analis makro hampir secara bulat menyimpulkan bahwa Jepang siap menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps). Di platform prediksi Polymarket, probabilitas bahwa BOJ akan menaikkan suku bunga mencapai 98%, sementara hanya 2% yang bertaruh pada suku bunga yang stabil.
Ancaman di Balik Kenaikan Suku Bunga Kecil
Jika diterapkan, langkah ini akan membawa suku bunga kebijakan Jepang ke 75 basis poin, sebuah level yang belum pernah terlihat dalam hampir dua dekade. Meskipun kenaikan 25 bps tergolong kecil menurut standar global, perubahannya sangat signifikan karena alasan mendasar: Jepang telah lama menjadi sumber utama leverage murah di dunia.
- Strategi Yen Carry Trade: Selama beberapa dekade, lembaga-lembaga keuangan telah meminjam yen dengan suku bunga yang sangat rendah (mendekati nol) dan menggunakan modal tersebut untuk berinvestasi di aset berisiko tinggi di seluruh dunia, termasuk saham global, obligasi, dan Crypto. Strategi ini dikenal sebagai yen carry trade.
- Dampak Global: Kenaikan suku bunga BOJ akan secara fundamental mengubah kalkulasi carry trade. Biaya pinjaman yen akan meningkat, memaksa investor untuk menutup posisi pinjaman yen mereka (unwind), yang berarti mereka harus menjual aset yang dibeli (termasuk Bitcoin) untuk mengembalikan modal pinjaman.
Bitcoin di Bawah Tekanan
Sentimen umum di kalangan analis Crypto adalah bahwa perkembangan ini bukan kabar baik untuk Bitcoin.
Saat ini, Crypto terbesar tersebut diperdagangkan di bawah level psikologis $90.000. Kekhawatiran adalah bahwa penutupan masif posisi carry trade dapat membanjiri pasar dengan likuiditas yang ditarik, menyebabkan tekanan jual yang substansial pada aset-aset yang bergantung pada modal leverage, termasuk BTC.
Kesimpulan
Keputusan BOJ pada 18-19 Desember dipandang sebagai katalis makro yang paling penting bagi pasar Bitcoin dalam waktu dekat. Jika kenaikan suku bunga sebesar 25 bps benar-benar terjadi, hal itu dapat memicu penarikan likuiditas carry trade global. Karena Bitcoin sudah diperdagangkan di bawah $90.000, para investor harus bersiap menghadapi potensi volatilitas pasar yang signifikan yang dipicu oleh kebijakan moneter Jepang.
Related Posts
Artikel terkait yang mungkin Anda suka
NEAR Protocol Capai Tonggak 1 Juta Transaksi per Detik Berkat Upgrade Nightshade 2.0

Texas Jadi Negara Bagian Pertama di AS yang Membeli Bitcoin untuk Kas Resmi

SEC Rilis Panduan Kustodian Kripto, Dorong Integrasi Aset Digital ke Sistem Perbankan

Presiden Trump Klaim Pertahankan Hubungan Baik dengan Presiden Xi Jinping

Ho Chi Minh City & Binance Resmi Berkolaborasi: Fondasi Baru Vietnam International Financial Centre

Bhutan Luncurkan Token Berdaulat $TER Berbasis Emas di Blockchain Solana

Latest Posts
Artikel terbaru dari blog kami









