husni
husni
  • 14 Jan 2026, 08.38
  • 2 min read
News

Standard Chartered Siapkan Pialang Utama Kripto: Strategi Navigasi Aturan Ketat Basel III

SC Ventures, unit inovasi Standard Chartered, tengah berupaya membangun layanan pialang utama (prime brokerage) kripto yang komprehensif, mencakup penyimpanan, akses pasar, hingga pembiayaan. Langkah strategis ini memanfaatkan infrastruktur Zodia Custody dan Zodia Markets untuk menjawab kebutuhan institusi. Selain ekspansi, pendirian entitas pialang baru ini dirancang untuk menghindari beban modal 1250% yang diatur dalam Basel III, sehingga bank dapat tetap aktif di pasar aset digital tanpa membebani neraca keuangan induk perusahaan.

Standard Chartered Siapkan Pialang Utama Kripto: Strategi Navigasi Aturan Ketat Basel III

Ekspansi Strategis Standard Chartered: Bangun Layanan Pialang Utama Kripto Komprehensif

SC Ventures, unit modal ventura dan inovasi milik raksasa perbankan Standard Chartered, dilaporkan sedang dalam tahap pengembangan layanan pialang utama (prime brokerage) aset kripto yang menyeluruh. Langkah ini bertujuan untuk menyediakan solusi terintegrasi bagi investor institusional yang membutuhkan standar keamanan perbankan dalam ekosistem aset digital.

Rencana layanan baru ini akan mencakup tiga pilar utama:

  • Penyimpanan Aset (Custody): Keamanan penyimpanan kunci privat tingkat tinggi.
  • Akses Pasar: Konektivitas langsung ke berbagai sumber likuiditas global.
  • Opsi Pembiayaan: Penyediaan modal dan layanan leverage bagi nasabah institusi.

Memaksimalkan Peran Zodia Custody dan Zodia Markets

Dalam mewujudkan ambisi ini, Standard Chartered mengandalkan dua entitas yang telah mapan di bawah naungan mereka, yakni Zodia Custody dan Zodia Markets.

Kedua unit ini telah berperan penting dalam menyediakan infrastruktur yang diperlukan untuk menjembatani sistem keuangan tradisional dengan pasar kripto. Dengan menggabungkan kapabilitas keduanya ke dalam satu layanan pialang utama, Standard Chartered berharap dapat menawarkan efisiensi operasional yang belum pernah ada sebelumnya bagi klien korporasi mereka.


Strategi Menghadapi Aturan Ketat Basel III

Pendirian entitas pialang baru ini bukan tanpa alasan regulasi yang kuat. Standard Chartered berupaya mencari solusi cerdas atas aturan Basel III yang memberikan beban modal sangat berat bagi bank yang memegang aset kripto secara langsung.

Di bawah standar Basel III, aset kripto tanpa jaminan dikenakan bobot risiko sebesar 1250%.
Artinya, untuk setiap dolar aset kripto yang dipegang, bank harus menyiapkan modal dalam jumlah yang setara. Dengan menciptakan entitas pialang yang terpisah secara strategis, Standard Chartered berupaya untuk:

  1. Mengurangi Kewajiban Modal: Beroperasi di pasar kripto tanpa memicu persyaratan modal yang memberatkan neraca bank induk.
  2. Efisiensi Operasional: Menjaga profil risiko bank tetap stabil sambil tetap memfasilitasi kebutuhan klien di sektor aset digital.
  3. Kepatuhan Global: Memastikan setiap transaksi tetap berada dalam koridor hukum internasional yang terus berkembang.

"Langkah SC Ventures mencerminkan evolusi perbankan global, di mana struktur perusahaan harus beradaptasi dengan regulasi ketat demi tetap relevan di era ekonomi digital."


Masa Depan Perbankan Institusional di Sektor Kripto

Kehadiran layanan pialang utama dari institusi sekelas Standard Chartered diprediksi akan menarik lebih banyak modal institusional masuk ke pasar kripto. Kejelasan infrastruktur dan kepatuhan terhadap standar internasional seperti Basel III menjadi kunci utama bagi pengelola dana besar untuk mulai mengalokasikan portofolio mereka ke dalam aset digital secara lebih agresif di tahun 2026.

664

Related Posts

Artikel terkait yang mungkin Anda suka

View All

Latest Posts

Artikel terbaru dari blog kami