- 12 Des 2025, 15.53
- 3 min read
The Fed Pangkas Suku Bunga 25 BPS, Prioritaskan Stabilitas Pasar Tenaga Kerja di Tengah Inflasi
Federal Reserve AS memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada 10 Desember 2025, sebagai respons terhadap melambatnya pertumbuhan lapangan kerja, melemahnya pasar tenaga kerja, dan tekanan inflasi yang kembali meningkat. The Fed menggambarkan aktivitas ekonomi bergerak "dengan kecepatan moderat," namun mengakui meningkatnya risiko penurunan lapangan kerja. Komite menekankan bahwa mencapai lapangan kerja maksimal tetap menjadi prioritas utama, meskipun inflasi telah meningkat. Keputusan ini menandai pergeseran menuju pelonggaran, dengan penyesuaian di masa depan akan didasarkan pada data yang masuk, prospek yang berkembang, dan keseimbangan risiko.

Federal Reserve Pangkas Suku Bunga 25 BPS, Prioritaskan Dukungan Pasar Tenaga Kerja
Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada 10 Desember 2025. Keputusan ini didorong oleh sejumlah perkembangan ekonomi yang mengkhawatirkan, termasuk melambatnya pertumbuhan lapangan kerja, melemahnya pasar tenaga kerja, dan tekanan inflasi yang kembali meningkat sejak awal tahun.
Keputusan ini menandai pergeseran resmi menuju kebijakan pelonggaran moneter setelah periode yang ditandai dengan kondisi pasar tenaga kerja yang stagnan dan kemajuan inflasi yang tidak merata.
Analisis The Fed Terhadap Kondisi Ekonomi
Para pembuat kebijakan The Fed menggambarkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan bergerak "dengan kecepatan moderat." Namun, pernyataan resmi mereka menunjukkan bahwa fokus telah bergeser ke risiko penurunan (downside risk) yang lebih besar.
- Risiko Lapangan Kerja: The Fed secara eksplisit mengakui bahwa ketidakpastian seputar prospek ekonomi telah meningkat, dan risiko penurunan lapangan kerja telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
- Prioritas Lapangan Kerja Maksimal: Meskipun inflasi telah meningkat sejak awal tahun 2025, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menekankan bahwa mencapai lapangan kerja maksimal tetap menjadi prioritas utama. Hal ini dilakukan karena pertumbuhan lapangan kerja terus melemah dan pengangguran sedikit meningkat.
"Komite menggarisbawahi komitmen mereka untuk mengembalikan inflasi ke 2% dari waktu ke waktu sambil mendukung stabilitas pasar tenaga kerja," bunyi pernyataan tersebut.
Strategi "Data-Dependent" untuk Penyesuaian Mendatang
The Fed mengadopsi sikap yang sangat "data-dependent" mengenai penyesuaian kebijakan di masa mendatang. Hal ini mengisyaratkan bahwa bank sentral tidak berkomitmen pada jalur pemangkasan tertentu, melainkan akan bereaksi terhadap tren ekonomi yang muncul.
Faktor-faktor yang akan dipertimbangkan Komite dalam penyesuaian di masa depan meliputi:
- Data yang Masuk: Indikator baru terkait inflasi, pekerjaan, dan pertumbuhan ekonomi.
- Prospek yang Berkembang: Perubahan dalam proyeksi ekonomi jangka pendek dan menengah.
- Keseimbangan Risiko: Evaluasi berkelanjutan antara risiko inflasi vs. risiko pelemahan ekonomi.
Dilema dan Pergeseran Prioritas
Keputusan pemangkasan ini menyoroti dilema sulit yang dihadapi The Fed—mencapai dua mandatnya secara bersamaan. Dengan memangkas suku bunga di tengah tekanan inflasi yang meningkat, The Fed secara implisit memberikan prioritas lebih besar pada upaya mencegah pelemahan pasar tenaga kerja yang lebih dalam.
Pemangkasan ini bertujuan untuk:
- Mendorong Pertumbuhan Lapangan Kerja: Suku bunga yang lebih rendah dapat mengurangi biaya pinjaman bagi bisnis, mendorong investasi, dan memperlambat pemutusan hubungan kerja.
- Memitigasi Ketidakpastian: Memberikan sinyal ke pasar bahwa The Fed siap bertindak untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah meningkatnya ketidakpastian.
Kesimpulan
Pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 bps pada Desember 2025 adalah langkah pelonggaran yang jelas, didorong oleh kekhawatiran yang meningkat terhadap pasar tenaga kerja. Keputusan ini menunjukkan bahwa, meskipun komitmen untuk mengendalikan inflasi tetap ada, dukungan terhadap pekerjaan kini menjadi prioritas utama. Arah kebijakan moneter di masa depan akan sangat bergantung pada bagaimana Komite menyeimbangkan kedua mandat tersebut berdasarkan data ekonomi yang masuk di awal tahun berikutnya.
Related Posts
Artikel terkait yang mungkin Anda suka
HashKey Ajukan IPO, Siap Jadi Bursa Kripto Publik Pertama Hong Kong di Pasar Saham Lokal

A16z Crypto Buka Kantor Asia Pertama di Seoul, Tunjuk Sungmo Park Pimpin Ekspansi Regional

Texas Jadi Negara Bagian Pertama di AS yang Membeli Bitcoin untuk Kas Resmi

SEC Rilis Panduan Kustodian Kripto, Dorong Integrasi Aset Digital ke Sistem Perbankan

GoTyme Bank Digital Filipina Tawarkan Akses Kripto Langsung ke Jutaan Nasabah Melalui Kemitraan Alpaca

NEAR Protocol Capai Tonggak 1 Juta Transaksi per Detik Berkat Upgrade Nightshade 2.0

Latest Posts
Artikel terbaru dari blog kami









