- 31 Des 2025, 14.49
- 3 min read
Federal Reserve Terpecah Dalam Risalah Desember 2025: Kebijakan Suku Bunga, Dissent, dan Implikasi Kebijakan 2026
Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 9–10 Desember 2025 menunjukkan perpecahan kuat di dalam Federal Reserve terkait keputusan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,50%–3,75%, dengan tiga suara dissent (dua menolak pemangkasan dan satu mengusulkan pemangkasan lebih agresif), mencerminkan ketidakpastian antara prioritas menahan inflasi di atas target 2% dan mendukung pasar tenaga kerja yang melambat, serta membentuk ekspektasi kebijakan suku bunga yang lebih hati-hati sepanjang 2026.

Latar Belakang Keputusan Moneter Desember 2025
Federal Reserve Amerika Serikat mengambil keputusan kebijakan penting dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada 9–10 Desember 2025. Dalam pertemuan tersebut, bank sentral AS memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, sehingga target federal funds rate berada di kisaran 3,50% hingga 3,75%.
Langkah ini menandai pemangkasan suku bunga ketiga sepanjang 2025, sekaligus mencerminkan perubahan sikap The Fed dari kebijakan ketat menuju pendekatan yang lebih akomodatif. Namun, keputusan ini tidak diambil secara bulat dan justru membuka perbedaan pandangan yang cukup tajam di internal bank sentral.
Dinamika Perbedaan Pandangan di Internal The Fed
1. Ketidaksepakatan Dalam Pengambilan Keputusan
Keputusan pemangkasan suku bunga tersebut disetujui melalui pemungutan suara dengan komposisi 9 mendukung dan 3 menolak. Pola suara ini menggarisbawahi adanya fragmentasi pandangan di antara para pembuat kebijakan moneter.
- Dua anggota FOMC menilai pemangkasan belum diperlukan, dengan alasan tekanan inflasi masih berada di atas sasaran jangka panjang.
- Satu anggota lainnya justru berpendapat pemangkasan seharusnya dilakukan lebih besar, untuk merespons perlambatan ekonomi yang mulai terlihat.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa konsensus internal mengenai kondisi ekonomi AS saat ini belum sepenuhnya terbentuk.
2. Tantangan Penilaian Risiko Ekonomi
Perdebatan internal diperumit oleh keterbatasan data ekonomi terbaru, terutama akibat gangguan administratif pemerintah AS yang memengaruhi rilis sejumlah indikator makro.
Beberapa anggota FOMC memandang:
- Pelemahan pasar tenaga kerja sebagai risiko yang perlu diantisipasi dengan pelonggaran kebijakan.
- Inflasi yang masih bertahan di atas target 2% sebagai ancaman stabilitas harga jangka menengah.
Perbedaan interpretasi terhadap data inilah yang menjadi sumber utama perpecahan sikap kebijakan.
Arah Kebijakan Moneter Menuju 2026
Sikap Mayoritas yang Lebih Berhati-hati
Meskipun mendukung pemangkasan pada Desember, mayoritas pejabat Fed menegaskan bahwa langkah selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi. Proyeksi internal menunjukkan bahwa ruang untuk pemangkasan tambahan pada 2026 semakin terbatas.
Pendekatan ini mencerminkan kehati-hatian Fed dalam menjaga keseimbangan antara:
- Stabilitas harga
- Pertumbuhan ekonomi
- Kondisi pasar tenaga kerja
Fokus Pada Pertemuan Berikutnya
Pertemuan FOMC selanjutnya yang dijadwalkan pada akhir Januari 2026 dipandang krusial oleh pelaku pasar. Dalam rapat tersebut, The Fed akan menilai apakah:
- Kebijakan saat ini sudah cukup longgar,
- Diperlukan pelonggaran lanjutan,
- Atau justru perlu jeda untuk mengevaluasi dampak kebijakan sebelumnya.
Selain itu, dinamika kepemimpinan bank sentral juga menjadi perhatian, mengingat arah kebijakan moneter sangat dipengaruhi oleh preferensi pimpinan The Fed.
Dampak Terhadap Pasar dan Ekonomi
Respons Pasar Keuangan
Perbedaan sikap yang terbuka di internal Fed berpotensi meningkatkan volatilitas pasar, khususnya pada:
- Pasar obligasi pemerintah AS
- Nilai tukar dolar
- Aset berisiko seperti saham dan kripto
Pelaku pasar cenderung melakukan penyesuaian ekspektasi terhadap arah suku bunga jangka menengah.
Implikasi Bagi Ekonomi Riil
Dari sisi ekonomi riil, pemangkasan suku bunga bertujuan:
- Meringankan tekanan pembiayaan
- Menjaga daya tahan sektor tenaga kerja
Namun, ruang kebijakan tetap dibatasi oleh kebutuhan menjaga inflasi agar tidak kembali meningkat secara berlebihan.
Kesimpulan
Perpecahan pandangan di internal Federal Reserve mencerminkan fase transisi kebijakan moneter yang kompleks, di mana bank sentral harus menavigasi antara risiko inflasi yang belum sepenuhnya jinak dan sinyal perlambatan ekonomi yang semakin nyata.
Ke depan, arah kebijakan suku bunga AS diperkirakan akan bergerak lebih hati-hati, dengan keputusan yang semakin bergantung pada validitas dan konsistensi data ekonomi.
Related Posts
Artikel terkait yang mungkin Anda suka
Circle dan Aleo Luncurkan USDCx: Stablecoin USDC Berfokus Privasi Zero-Knowledge

Satoshi Nakamoto Institute Galang Dana untuk Bangun Perpustakaan Bitcoin Arsip Publik

Kepemilikan Bitcoin Korporat Melonjak Tajam Menjadi 1,08 Juta BTC Sejak Awal 2023

A16z Crypto Buka Kantor Asia Pertama di Seoul, Tunjuk Sungmo Park Pimpin Ekspansi Regional

GoTyme Bank Digital Filipina Tawarkan Akses Kripto Langsung ke Jutaan Nasabah Melalui Kemitraan Alpaca

State Street dan Galaxy Digital Luncurkan SWEEP, Dana Likuiditas Tokenisasi Berbasis PYUSD di Solana

Latest Posts
Artikel terbaru dari blog kami









