husni
husni
  • 10 Des 2025, 15.45
  • 3 min read
News

HMRC Inggris Beri Kejelasan Pajak DeFi, Penyetoran Kripto ke Platform Pinjaman Tidak Kena Pajak

Pejabat pajak Inggris (HMRC) menyatakan menyetor koin/stablecoin ke platform DeFi (pinjaman, staking) tidak dihitung sebagai peristiwa kena pajak. Wajib pajak kini hanya berlaku saat aset dijual, ditukar, atau dicairkan.

HMRC Inggris Beri Kejelasan Pajak DeFi, Penyetoran Kripto ke Platform Pinjaman Tidak Kena Pajak

HMRC Inggris Keluarkan Aturan Baru: Penyetoran Kripto ke DeFi Bukan Peristiwa Kena Pajak

Otoritas pajak dan bea cukai Inggris (HMRC) telah mengeluarkan aturan baru yang signifikan, memberikan kejelasan yang sangat dibutuhkan bagi para pengguna Decentralized Finance (DeFi). Aturan baru ini secara resmi menyatakan bahwa menempatkan koin digital atau stablecoin seperti USDC dan USDT ke platform pinjaman DeFi tidak akan dihitung sebagai peristiwa kena pajak (taxable event) pada saat penyetoran.

Keputusan ini memberikan kepastian hukum yang besar. Ini berarti individu yang berpartisipasi dalam aktivitas pinjaman crypto, staking, atau meminjam uang dengan jaminan crypto, mereka tidak akan dikenakan biaya keuntungan modal (Capital Gains Tax) hanya karena memindahkan aset digital mereka ke platform ini.

Menanggapi Kebutuhan Pengguna DeFi

Keputusan HMRC ini disambut baik oleh komunitas crypto. Stani Kulechov, pendiri platform DeFi terkemuka Aave, mengatakan keputusan ini diambil setelah diskusi panjang lebar dengan pejabat pajak selama bertahun-tahun.

"Ini memberikan jawaban yang sangat dibutuhkan pengguna," ujar Kulechov, menekankan bahwa kejelasan ini penting untuk mendorong adopsi layanan keuangan terdesentralisasi di Inggris.

Sebelumnya, terdapat ketidakjelasan apakah transfer token ke dalam smart contract DeFi dapat dianggap sebagai disposal (pelepasan) aset yang memicu kewajiban pajak.

Mekanisme Perpajakan Baru: Hanya Saat Dicairkan

Berdasarkan panduan baru dari otoritas pajak Inggris, kewajiban pajak kini hanya akan berlaku pada peristiwa-peristiwa berikut:

  • Penjualan Aset: Ketika seseorang benar-benar menjual aset crypto mereka.
  • Pertukaran Aset: Ketika aset crypto ditukar dengan aset crypto lain (termasuk pertukaran stablecoin).
  • Pencairan (Cashing Out): Ketika aset crypto dicairkan menjadi mata uang fiat (Pound Sterling).

Memindahkan token masuk dan keluar dari protokol DeFi (misalnya, menyetor USDC ke Aave dan kemudian menariknya kembali) kini dianggap "tidak ada untung, tidak ada rugi" (no gain, no loss). Hal ini memberikan aturan yang jauh lebih jelas dan sederhana kepada pengguna tentang kewajiban perpajakan keuntungan modal mereka.

Implikasi bagi Industri Crypto di Inggris

Kebijakan progresif ini mengirimkan sinyal kuat bahwa Inggris ingin memposisikan dirinya sebagai pusat inovasi fintech dan crypto global.

• Mendorong Adopsi DeFi

Dengan menghilangkan ambiguitas pajak pada transaksi penyetoran, hambatan besar untuk partisipasi dalam staking dan pinjaman DeFi dihilangkan. Ini kemungkinan akan meningkatkan volume transaksi di platform DeFi dari pengguna Inggris.

• Kejelasan Regulasi

Panduan ini merupakan salah satu langkah konkret dalam menciptakan kerangka regulasi yang kondusif bagi sektor keuangan terdesentralisasi, yang dapat menarik lebih banyak developer dan startup crypto untuk beroperasi di Inggris.

Kesimpulan

Keputusan HMRC untuk mengecualikan penyetoran aset digital ke protokol DeFi sebagai peristiwa kena pajak adalah kemenangan besar bagi pengguna dan industri crypto Inggris. Langkah ini tidak hanya memberikan kepastian hukum dan transparansi, tetapi juga secara aktif mendukung pertumbuhan Decentralized Finance, menempatkan Inggris di garis depan dalam regulasi aset digital yang pro-inovasi.

4753

Related Posts

Artikel terkait yang mungkin Anda suka

View All

Latest Posts

Artikel terbaru dari blog kami