- 25 Des 2025, 13.14
- 3 min read
Kado Natal Tak Terduga: Harga Emas Global Terkoreksi, Pasar Asia Ikut Tertekan di Akhir 2025
Harga emas global mengalami koreksi pada akhir Desember 2025 dan berdampak langsung ke pasar Asia, termasuk Indonesia, tercermin dari penurunan harga emas Antam menjadi Rp2.576.000 per gram. Pelemahan ini terjadi seiring penyesuaian harga di pasar spot internasional, memicu pertanyaan investor apakah koreksi ini menjadi peluang akumulasi atau sinyal kehati-hatian menjelang pergantian tahun.

Harga Emas Terkoreksi di Momen Natal
Pasar emas global memberikan kejutan di penghujung tahun. Alih-alih menguat sebagai aset lindung nilai, harga emas justru mengalami koreksi bertepatan dengan periode Natal dan akhir 2025.
Koreksi ini menandai perubahan sentimen jangka pendek setelah reli panjang yang terjadi sepanjang tahun.
Di pasar domestik, dampaknya langsung terasa pada harga emas fisik.
- Harga emas Antam turun ke Rp2.576.000 per gram.
- Penurunan ini sejalan dengan pelemahan harga emas spot di pasar global.
- Koreksi terjadi di tengah volume perdagangan yang relatif tipis akibat libur akhir tahun.
Faktor Global yang Menekan Harga Emas
Beberapa faktor utama mendorong tekanan pada harga emas global.
Pergerakan Pasar Spot Internasional
Harga emas spot melemah karena kombinasi beberapa sentimen:
- Penguatan dolar AS yang membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
- Ekspektasi suku bunga global yang bertahan lebih tinggi lebih lama.
- Aksi ambil untung investor setelah kenaikan signifikan sepanjang 2025.
Kondisi ini membuat emas kehilangan momentum kenaikannya dalam jangka pendek.
Dampak ke Pasar Asia, Termasuk Indonesia
Sebagai kawasan yang sensitif terhadap pergerakan emas global, pasar Asia ikut tertekan.
- Harga emas fisik di beberapa negara Asia bergerak melemah.
- Investor ritel cenderung menahan transaksi sambil menunggu kepastian arah pasar.
- Permintaan perhiasan tetap ada, namun tidak cukup kuat menahan tekanan harga.
Di Indonesia, koreksi harga Antam menjadi sorotan utama investor ritel.
Penurunan harga di akhir tahun sering kali memicu dilema klasik: beli sekarang atau tunggu lebih dalam.
Apakah Ini Waktu yang Tepat untuk Investasi Emas?
Koreksi harga justru membuka ruang diskusi menarik bagi investor.
Perspektif Jangka Pendek vs Jangka Panjang
- Jangka pendek: Harga emas masih berpotensi bergerak volatil mengikuti data ekonomi global dan sentimen suku bunga.
- Jangka panjang: Emas tetap dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, ketidakpastian geopolitik, dan risiko pasar finansial.
Bagi investor jangka panjang, koreksi ini bisa menjadi peluang akumulasi bertahap, bukan sinyal keluar dari pasar.
Kesimpulan
Kado Natal tak terduga datang dari pasar emas global yang justru terkoreksi di akhir 2025. Penurunan harga emas Antam ke Rp2.576.000 per gram mencerminkan tekanan global yang lebih luas, sekaligus membuka peluang bagi investor yang melihat emas sebagai aset jangka panjang. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan di tengah volatilitas pasar global.
Langkah selanjutnya: jika Anda mau, saya bisa menambahkan analisis teknikal sederhana atau skenario prospek harga emas awal 2026 untuk melengkapi artikel ini.
Related Posts
Artikel terkait yang mungkin Anda suka
Kepemilikan Bitcoin Korporat Melonjak Tajam Menjadi 1,08 Juta BTC Sejak Awal 2023

Federal Reserve Pangkas Suku Bunga 25 BPS ke 3,50-3,75%, Sinyal Wait-and-See

NEAR Protocol Capai Tonggak 1 Juta Transaksi per Detik Berkat Upgrade Nightshade 2.0

HMRC Inggris Beri Kejelasan Pajak DeFi, Penyetoran Kripto ke Platform Pinjaman Tidak Kena Pajak

Stripe Akuisisi Tim Valora untuk Perluas dan Perkuat Layanan serta Produk Kripto

Bhutan Luncurkan Token Berdaulat $TER Berbasis Emas di Blockchain Solana

Latest Posts
Artikel terbaru dari blog kami









