idcode
idcode
  • 19 Des 2025, 17.21
  • 3 min read
News

Fetch.ai Luncurkan Sistem Pembayaran Mandiri AI-ke-AI Melalui Platform ASI:One

Fetch.ai secara resmi memperkenalkan sistem pembayaran AI-ke-AI pertama di dunia yang memungkinkan agen kecerdasan buatan melakukan transaksi komersial secara mandiri melalui platform ASI:One. Sistem inovatif ini mendukung integrasi pembayaran kartu melalui jaringan Visa serta transaksi on-chain menggunakan stablecoin USDC dan token FET. Dengan kemampuan untuk merencanakan, memesan, dan membayar layanan secara real-time berdasarkan batas pengeluaran yang ditentukan pengguna, langkah ini menandai pergeseran fundamental menuju ekonomi berbasis agen AI yang otonom dan efisien.

Fetch.ai Luncurkan Sistem Pembayaran Mandiri AI-ke-AI Melalui Platform ASI:One

Revolusi Ekonomi Agen: Fetch.ai Aktifkan Transaksi Mandiri Antar Kecerdasan Buatan

Lanskap teknologi kecerdasan buatan memasuki babak baru dengan peluncuran sistem pembayaran AI-ke-AI oleh Fetch.ai. Melalui platform ASI:One, agen AI kini memiliki kemampuan untuk melakukan transaksi finansial secara mandiri, sebuah terobosan yang mengubah AI dari sekadar asisten digital menjadi partisipan aktif dalam ekosistem ekonomi.

Sistem ini memungkinkan agen AI untuk mengelola seluruh siklus layanan—mulai dari perencanaan hingga penyelesaian pembayaran—tanpa memerlukan intervensi manual dari manusia pada setiap tahapannya.


Integrasi Pembayaran On-Chain dan Jalur Konvensional

Salah satu kekuatan utama dari sistem yang diluncurkan Fetch.ai adalah fleksibilitas metode pembayarannya yang menjembatani dunia kripto dan keuangan tradisional:

  • Transaksi On-Chain: Mendukung penggunaan USDC (stablecoin) dan FET (token asli ekosistem Fetch.ai) untuk penyelesaian instan di atas blockchain.
  • Integrasi Visa: Memungkinkan agen AI untuk melakukan pembayaran melalui jaringan kartu Visa, memperluas aksesibilitas AI ke jutaan penyedia layanan global yang belum mengadopsi kripto.
  • Kontrol Pengguna: Pemilik agen AI tetap memegang kendali penuh dengan menetapkan batas pengeluaran (spending limits) dan parameter otorisasi tertentu guna menjaga keamanan aset.

Peluncuran ini merupakan fondasi bagi apa yang disebut sebagai Agentic Economy, di mana perangkat lunak dapat bertindak sebagai entitas ekonomi yang berdaulat.

  1. Efisiensi Operasional: AI dapat memesan infrastruktur cloud, membeli data, atau menyewa layanan spesifik dari AI lain dalam hitungan detik untuk menyelesaikan tugas kompleks.
  2. Otomasi Real-Time: Proses pencarian vendor, negosiasi harga (melalui protokol), hingga pembayaran terjadi secara real-time tanpa hambatan birokrasi manusia.
  3. Skalabilitas Bisnis: Perusahaan dapat mengerahkan ribuan agen AI yang saling bertransaksi secara mandiri untuk mengoptimalkan rantai pasok atau layanan digital mereka.

Dampak Strategis bagi Ekosistem ASI

Sebagai bagian dari Artificial Superintelligence (ASI) Alliance, langkah Fetch.ai ini memperkuat nilai guna token FET (yang akan bertransisi menjadi ASI). Penggunaan FET dalam transaksi antar-AI memberikan utilitas dunia nyata yang kuat, mendorong permintaan organik terhadap aset tersebut seiring dengan meningkatnya jumlah agen AI yang aktif di jaringan.

"Sistem pembayaran AI-ke-AI bukan sekadar fitur teknis, melainkan infrastruktur vital yang memungkinkan kecerdasan buatan untuk beroperasi sebagai entitas ekonomi produktif di pasar global."

Kesimpulan

Peluncuran sistem pembayaran mandiri oleh Fetch.ai melalui ASI:One menandai awal dari era baru di mana AI tidak hanya berpikir, tetapi juga bertransaksi. Dengan dukungan Visa, USDC, dan FET, Fetch.ai telah menciptakan jembatan yang memungkinkan agen AI berinteraksi dengan ekonomi tradisional maupun digital secara mulus. Keberhasilan model ini akan menjadi tolak ukur bagi adopsi teknologi blockchain sebagai lapisan penyelesaian (settlement layer) utama bagi kecerdasan buatan di masa depan.

858

Related Posts

Artikel terkait yang mungkin Anda suka

View All

Latest Posts

Artikel terbaru dari blog kami